Tampilkan postingan dengan label Fasilitas Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fasilitas Sekolah. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Oktober 2012

Ruang Guru

Ruangan yang di fungsikan sebagai tempat untuk bertemunya antara guru yang satu dengan guru yang lain. Disini para guru juga bisa menyiapkan materi apa saja yang nantinya akan dijadikan bahan ajar kepada anak didiknya. Selain itu ruang guru juga memudahkan kepala sekolah untuk memantau para guru setiap harinya, sehingga kepala sekolah tidak perlu mencari cari guru sewaktu perlu, kecuali saat jam pelajaran.

Tata Usaha


Tata usaha sekolah adalah bagian dari unit pelaksana teknis penyelenggaraan sistem administrasi dan informasi pendidikan di sekolah. Semakin lengkap dan akurat data terhimpun maka pemberian pelayanan makin mudah dan pengembilan keputusan makin tepat.
Kepala Tata Usaha bertanggung jawab untuk  melaksanakan seluruh Administrasi Keuangan Sekolah, meliputi keuangan rutin/UYHD/BOPS, Dana BOS, Dana Komite Sekolah dan Dana dari sumber lainnya, bertanggung jawab langsung kepada
Kepala sekolah mengembangkan menyusun program kerja tata usaha secara  sistematis, terarah, jelas, realitistis, agar dapat petugas ketatausaha laksanakan  agar pelayanan  pendidikan yang guru berikan kepada siswa dan pelayanan sekolah kepada masyarakat berjalan seoptimal mungkin.

UKS




Usaha kesehatan sekolah disingkat UKS adalah suatu usaha yang dilakukan sekolah untuk menolong murid dan juga warga sekolah yang sakit di kawasan lingkungan sekolah. UKS biasanya dilakukan di ruang kesehatan suatu sekolah.
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan bagian dari program kesehatan anak usia sekolah. Anak usia sekolah adalah anak yang berusia 6 – 21 tahun, yang sesuai dengan proses tumbuh kembangnya dibagi menjadi 2 sub kelompok, yakni pra remaja (6-9 tahun) dan remaja (10-19 tahun).
Pelayanan kesehatan pada UKS adalah pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan gigi dan mulut siswa SD dan setingkat melalui penjaringan kesehatan terhadap murid kelas 1 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama dengan guru UKS terlatih dan dokter kecil secara berjenjang (penjaringan awal oleh guru dan dokter kecil, penjaringan lanjutan oleh tenaga kesehatan).

Minggu, 14 Oktober 2012

Ruang Kelas

Ruang Kelas adalah suatu ruangan dalam bangunan sekolah, yang berfungsi sebagai tempat untuk kegiatan tatap muka dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Mebeler dalam ruangan ini terdiri dari meja siswa, kursi siswa, meja guru, lemari kelas, papan tulis, serta aksesoris ruangan lainnya yang sesuai. Ukuran yang umum adalah 9m x 8m. Ruang kelas memiliki syarat kelayakan dan standar tertentu, misalnya ukuran, pencahayaan alami, sirkulasi udara, dan persaratan lainnya yang telah dibakukan oleh pihak berwenang terkait. Posisi kelas ada 2 yaitu kelas tetap (remaining class) dan kelas berpindah (moving class).

Kantin Sekolah

Kantin salah satu fasilitas sekolah yang keberadaannya sangat diperlukan, tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum siswa semata, namun juga dapat dijadikan sebagai wahana untuk mendidik siswa tentang kesehatan, kebersihan, kejujuran, saling menghargai, disiplin dan nilai-nilai lainnya. Pengelola kantin hendaknya bertanggung jawab atas makanan yang bergizi dan menarik, serta menjamin selera pembeli, utamanya adalah siswa sekolah. Makanan berpengaruh pada peningkatan prestasi belajar anak. Pada makanan dapat terkontaminasi bahan beracun berbahaya (B3) dari wadah selama pengolahan, pengemasan maupun saat penyajian. Kantin sekolah sebagai tempat pembiasaan siswa berperilaku sehat, hendaknya menyediakan makanan bebas dari kemasan plastik.
Bahan plastik dianggap paling murah, mudah didapat, memberikan hasil kemasan yang menarik, tidak mudah pecah dan rusak, ternyata tidak semuanya aman untuk dipakai sebagai pengemas dan penyajian makanan. Plastik kemasan makanan tidak boleh mengandung bahan beracun berbahaya, misalnya Bisphenol A. Kenyataannya, plastik kemasan makanan masih mengandung Bisphenol-A.  Zat ini umum ditemukan pada plastik, bersifat karsinogen dan estrogenik.
Pengelola kantin menggunakan kemasan yang praktis untuk penyajian makanan. Mereka menggunakan piring plastik, gelas plastik, kantong plastik untuk es, styrofoam, plastik mika, kertas bungkus. Hal ini tidak terlepas dari efisiensi waktu, tenaga dan uang. Terlebih lagi, pengelola kantin tidak memperhatikan jenis-jenis plastik yang aman digunakan. Bahkan mereka mencari jenis plastik dengan harga yang lebih murah, asalkan dapat digunakan sesuai dengan jenis makanan yang dikemas. Mereka tidak sadar bahwa sebagian besar plastik yang mereka pilih dibuat dari daur ulang yang tidak jelas darimana asalnya.  Hal ini disebabkan ketidaktahuan pengelola kantin terhadap plastik.
Pihak sekolah sebagai penanggung jawab utama proses pendidikan harus peka terhadap lingkungan sekolah, terutama lingkungan kantin. Pihak sekolah harus memberikan penyuluhan, informasi dan kontrol yang berkelanjutan dan berkesinambungan kepada kantin. Diharapkan kantin dapat lebih selektif dalam pengolahan dan penyajian makanan yang dijual. Kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut akan menjadi pola hidup sehat warga sekolah, terutama pada siswa. Pola hidup sehat ini menambah wawasan siswa terhadap lingkungan sekitar dan kepedulian diri terhadap kesehatan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh kantin sekolah antara lain:
  1. Kantin menyediakan makanan yang disajikan dalam wadah kaca (glass) maupun logam tanpa noda (stainless steel) atau aluminium, misalnya peralatan makan (piring & gelas) kaca maupun tray berbahan dasar logam, 
  2. Penyajian makanan dapat dibuat display yang menarik dengan etalase tertutup, Makanan sebaiknya dikemas dengan kertas berlilin ataupun daun,
  3. Jika terpaksa, kemasan plastik tidak digunakan untuk makanan/minuman panas dan berlemak,
  4. Pengelola kantin memperhatikan simbol jenis plastik yang tertera. Bila harus memakai plastik, maka usahakan memilih simbol 1 untuk PET, 2 untuk HDPE dan 5 untuk PP,
  5. Plastik yang digunakan sebaiknya untuk satu kali pakai.

Ruang Audio Visual

Ruang Audio Visual di sekolah yang disebut Fantasia adalah fasilitas indah yang bersamaan mengasyikkan dan edukatif untuk anak-anak. Di ruangan ini, anak-anak menonton CD edukatif, Film Kartun dan bahan lain yang menopang konsep bulan. Audio Visual juga membantu mengajar dan sangat berguna untuk memperjelas konsep kepada anak-anak. 

Perpustakaan Sekolah


Apabila kita memasuki suatu perpustakaan, yang kita lihat pertama adalah jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara rapih di rak buku, rak majalah, maupun rak-rak bahan pustaka lain. Bahan-bahan pustaka tersebut diatur menurut suatu sistem tertentu sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan. Pertanyaan yang timbul pada diri kita adalah apakah setiap jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara sistematis boleh disebut perpustakaan? Atau dengan kata lain, apakah sebenarnya perpustakaan itu?
Banyak batasan atau pengertian tentang perpustakaan yang disampaikan oleh para pakar di bidang perpustakaan.  Pengertian perpustakaan yang mutakhir ini telah mengarahkan kepada tiga hal yang mendasar sekaligus, yaitu hakikat perpustakaan sebagai salah satu sarana pelestarian bahan pustakan; fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan; serta tujuan perpustakaan sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pembangunan nasional.
Adapun pengertian perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada dalam suatu sekolah yang kedudukan dan tanggunng jawabnya kepada kepala sekolah; yang melayani sivitas akademka sekolah yang bersangkutan.
Perpustakaan Sekolah merupakan unit kerja dan sebagai perangkat mutlak (complement) dari sekolah yang bersangkutan. Dengan tujuan menyediakan koleksi pustakan untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Dikatakan juga bahawa perpustakaan tersebut sebagai “jantungnya” pelaksanaan pendidikan pada lembaga itu.
Sedangkan fungsi utamanya yaitu sebagai pusat sumber belajar,pusat sumber informasi dan pusat bacaan rekreasi dan pengisi waktu senggang. Untuk selanjutnya perpustakaan itu sebagai tempat membina minat dan bakat siswa, menuju belajar sepanjang hayat (Long Life Education)

Laboratorium Komputer


Memberikan kelengkapan bagi pelajaran teori yang telah diterima sehingga antara teori dan praktek bukan merupakan dua hal yang terpisah, melainkan dua hal yang merupakan suatu kesatuan. Keduanya saling mengkaji dan saling mencari dasar. Menambah keterampilan dalam mempergunakan alat media yang tersedia untuk mencari dan menentukan kebenaran. Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap ilmiah seseorang calon ilmuwan. Memupuk dan membina rasa percaya diri sebagai keterampilan yang diperoleh, penemuan yang didapat dalam proses kegiatan ekstra kulikuler di laboratorium.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

SDN Panjang Wetan 01 Pekalongan. Diberdayakan oleh Blogger.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites